Revolusi industri digital
memahami tentang industry digital
Pengertian industri kreatif digital adalah
suatu industri kreatif yang menggunakan unsur digital dan unsur kreativitas
pada produk atau jasanya. Industri jenis ini pada umumnya merupakan hasil
dari produk teknologi informasi yang bisa menjadi solusi atas masalah
di kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh industri kreatif digital di
Indonesia adalah Gojek, Grab, Tokopedia, Shopee dan masih banyak lagi
contoh-contoh dari produk atau pun jasa dari industri kreatif digital.
Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah
Indonesia sekarang adalah industri kreatif dan ekonomi berbasis digital. Hal
ini terlihat dari didirikannya Badan Ekonomi Kreatif, sebuah lembaga pemerintah
non kementrian yang mengurus ekonomi kreatif atau industri kreatif di
Indonesia.
Industri kreatif di Eropa disebut industri
budaya merupakan jenis industri yang mengolah kreativitas, keterampilan dan
bakat seseorang untuk menghasilkan sebuah karya atau produk yang bernilai
ekonomi sehingga dapat memberikan kesejahteraan dan membuka lapangan pekerjaan.
Menurut Departemen Perdagangan RI ada 15
sub-sektor industri kreatif yaitu:
·
Periklanan
·
Kuliner
·
Arsitektur
·
Seni
pertunjukan
·
Pasar
barang seni
·
Kerajinan
·
Penerbitan
dan percetakan
·
Fashion
·
Riset
dan pengembangan
·
Permainan
interaktif
·
Musik
·
Televisi
dan radio
·
Desain
·
Layanan
komputer dan piranti lunak
·
Video,
film dan fotografi
perkembangan industry digital hinga 4.0
revolusi industri adalah perubahan besar
terhadap cara manusia dalam mengolah sumber daya dan memproduksi barang.
Revolusi industri merupakan fenomena yang terjadi antara 1750 – 1850. Saat itu,
terjadi perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur,
pertambangan, transportasi, dan teknologi. Perubahan tersebut ikut berdampak
pada kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di dunia.
·
Revolusi
Industri 1.0
Revolusi Industri yang pertama terjadi pada
abad ke-18 ditandai dengan penemuan mesin uap yang digunakan untuk proses
produksi barang. Saat itu, di Inggris, mesin uap digunakan sebagai alat tenun
mekanis pertama yang dapat meningkatkan produktivitas industri tekstil.
Peralatan kerja yang awalnya bergantung pada tenaga manusia dan hewan akhirnya
digantikan dengan mesin tersebut.
Selain itu, mesin uap digunakan pada bidang
transportasi. Transportasi internasional pada masa itu adalah transportasi laut
yang masih menggunakan tenaga angin. Namun, angin tidak dapat sepenuhnya
diandalkan karena bisa jadi angin bertiup dari arah yang berlawanan atau bahkan
tidak ada angin sama sekali.
Penggunaan tenaga angin pada alat transportasi
pun mulai berkurang semenjak James Watt menemukan mesin uap yang jauh lebih
efisien dan murah dibandingkan mesin uap sebelumnya pada 1776. Dengan mesin uap
tersebut, kapal dapat berlayar selama 24 jam penuh jika mesin uap tetap
didukung dengan kayu dan batu bara yang cukup.
Revolusi industri memungkinkan bangsa Eropa
mengirim kapal perang ke seluruh penjuru dunia dalam waktu yang jauh lebih
singkat. Negara-negara imperialis di Eropa mulai menjajah kerajaan-kerajaan di
Afrika dan Asia. Selain penjajahan, terdapat dampak lain dari revolusi
industri, yaitu pencemaran lingkungan akibat asap mesin uap dan limbah-limbah
pabrik lainnya.
·
Revolusi
Industri 2.0
Revolusi industri 2.0 terjadi di awal abad
ke-20. Revolusi industri ini ditandai dengan penemuan tenaga listrik. Tenaga
otot yang saat itu sudah tergantikan oleh mesin uap, perlahan mulai tergantikan
lagi oleh tenaga listrik. Walaupun begitu, masih ada kendala yang menghambat
proses produksi di pabrik, yaitu masalah transportasi.
Di akhir 1800-an, mobil mulai diproduksi
secara massal. Produksi massal ini tidak lantas membuat proses produksinya
memakan waktu yang cepat karena setiap mobil harus dirakit dari awal hingga
akhir di titik yang sama oleh seorang perakit mobil. Artinya, untuk merakit
banyak mobil, proses perakitan harus dilakukan oleh banyak orang yang merakit
mobil dalam waktu yang bersamaan.
Revolusi terjadi dengan terciptanya "lini
produksi" atau assembly line yang menggunakan "ban
berjalan" atau conveyor belt pada 1913. Hal ini mengakibatkan
proses produksi berubah total karena untuk menyelesaikan satu mobil, tidak
diperlukan satu orang untuk merakit dari awal hingga akhir. Para perakit mobil
dilatih untuk menjadi spesialis yang mengurus satu bagian saja.
Selain itu, para perakit mobil telah melakukan
pekerjaannya dengan bantuan alat-alat yang menggunakan tenaga listrik yang jauh
lebih mudah dan murah daripada tenaga uap.
Revolusi industri kedua ini juga berdampak
pada kondisi militer pada perang dunia II. Ribuan tank, pesawat, dan senjata
diciptakan dari pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi dan ban berjalan.
Hal ini terjadi karena adanya produksi massal (mass production). Perubahan dari
masyarakat agraris menjadi masyarakat industri boleh dibilang menjadi komplit.
·
Revolusi
Industri 3.0
Setelah revolusi industri kedua, manusia masih
berperan sangat penting dalam proses produksi berbagai macam jenis barang.
Tetapi, setelah revolusi industri yang ketiga, manusia tidak lagi memegang
peranan penting. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir dan
abad informasi dimulai.
Jika revolusi pertama dipicu oleh mesin uap,
revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga ini dipicu
oleh mesin yang dapat bergerak dan berpikir secara otomatis, yaitu komputer dan
robot.
Salah satu komputer pertama yang dikembangkan
di era perang dunia II sebagai mesin untuk memecahkan kode buatan Nazi Jerman
adalah komputer bernama Colossus. Komputer yang dapat diprogram tersebut
merupakan mesin raksasa sebesar ruang tidur yang tidak memiliki RAM dan tidak
bisa menerima perintah dari manusia melalui keyboard. Komputer purba
tersebut hanya menerima perintah melalui pita kertas yang membutuhkan daya
listrik sangat besar, yaitu 8.500 watt.
Namun, kemajuan teknologi komputer berkembang
luar biasa pesat setelah perang dunia kedua selesai. Penemuan semikonduktor,
transistor, dan kemudian integrated chip (IC) membuat ukuran komputer
semakin kecil, listrik yang dibutuhkan semakin sedikit, serta kemampuan
berhitungnya semakin canggih.
Mengecilnya ukuran membuat komputer bisa
dipasang di mesin-mesin yang mengoperasikan lini produksi. Komputer pun mulai
menggantikan banyak manusia sebagai operator dan pengendali lini produksi.
·
Revolusi
Industri 4.0
Nah, inilah revolusi industri yang saat ini
sedang ramai diperbincangkan. Bahkan, diangkat menjadi salah satu topik dalam Debat
Capres 2019. Industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan
teknologi otomatisasi dengan teknologi siber. Istilah industri 4.0 berasal dari
sebuah proyek dalam strategi teknologi canggih Pemerintah Jerman yang
mengutamakan komputerisasi pabrik.
Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah
masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem
siber-fisik, internet of things (IoT), cloud computing, dan cognitive
computing.
Tren ini telah mengubah banyak bidang
kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup.
Singkatnya, revolusi industri 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat
terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.
Banyak hal yang tak terpikirkan sebelumnya,
tiba-tiba muncul dan menjadi inovasi baru, serta membuka lahan bisnis yang
sangat besar. Contoh terdekatnya, munculnya transportasi dengan sistem ride-sharing seperti Go-Jek dan Grab.
Kehadiran revolusi industri 4.0 memang menghadirkan usaha baru, lapangan kerja
baru, dan profesi baru yang tak terpikirkan sebelumnya.
Tidak dapat dipungkiri, berbagai aspek
kehidupan manusia akan terus berubah seiring dengan revolusi dan perkembangan
teknologi yang terjadi. Memang perubahan seringkali diiringi banyak dampak
negatif dan menimbulkan masalah-masalah baru. Namun, perubahan juga selalu bisa
membawa masyarakat ke arah yang lebih baik.
Simpulannya, revolusi industri 4.0 bukanlah
suatu kejadian yang menakutkan, justru membuka peluang yang semakin luas bagi
anak bangsa untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
dampak era industry digital saat ini
Revolusi industri merupakan sebuah perubahan
cara hidup manusia dan proses kerja secara fundamental, dimana adanya kemajuan teknologi informasi
dapat mengintegrasikan dalam dunia kehidupan dengan digital yang
dapat memberikan dampak disiplin ilmu. Munculnya revolusi industri 4.0 membut
wajah baru dalam fase kemajuan teknologi.
Pada revolusi industri 4.0, teknologi
manufaktur sudah masuk pada tren otomasi dan pertukaran data. Hal tersebut
mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan
komputasi kognitif. Dengan lahirnya teknologi digital saat ini pada revolusi
industri 4.0 berdampak terhadap kehidupan manusia diseluruh dunia.
Menurut Tjandrawinata (2016), perkembangan
teknologi informasi dengan pesat saat ini terjadi otomotisasi yang terjadi
diseluruh bidang, teknologi dan pendekatan baru yang menggabungkan secara
nyata, digital dan secara fundamental.
Revolusi industri 4.0 ini terdapat beberapa
tantangan yang dihadapi yaitu kurangnya keterampilan yang memadai, masalah
kemanan teknologi komunikasi, keandalan stabilitas mesin produksi, ketidak
mampuan untuk berubah oleh pemangku kepentingan, serta banyaknya kehilangan
pekerjaan karena berubah menjadi otomasi.
Teknologi ini berdampak positif tergantung
bagaimana individu dalam meminimalisir resiko dan peluang yang muncul di
transformasi revolusi industri 4.0 yang terjadi berbeda dengan apa yang dialami
manusia sebelumnya.
Disisi lain, Negara Jepang menyatakan dunia
ini akan memasuki era Society 5.0 atau masyarakat 5.0 dimana, masyarakat yang
berpusat pada manusia (human-centered) yang dikembangkan oleh Jepang.
Menurut Kantor Kabinet Jepang, Society 5.0
didefinisikan sebagai sebuah masyarakat yang berpusat pada manusia yang
menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui
sistem yang sangat mengintegrasikan ruang maya dan ruan fisik.
Revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi
dalam mendegradasi peran manusia membuat Jepang melahirkan sebuah konsep yaitu
Society 5.0. Melalui konsep ini diharapkan membua kecerdasan buatan akan
mentransformasi big data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang
kehidupan menjadi suatu kearifan yang baru, dengan harapan untuk meningkatkan
kemampuan manusia dalam membuka peluang-peluang bagi manusia.
Perbandingan dari kedua konsep ini yaitu pada
industri 4.0, masyarakat mencari, mengutip, dan menganalisis dta atau informasi
dengan mengakses layanan cloud melalui internet.
Sedangkan, pada Society 5.0 sejumlah besar
informasi dari sensor di ruang fisik terakumulasi di dunia maya dan dianalisis
oleh kecerdasan buatan, dan hasilnya diumpan kembali ke manusia dalam ruang
fisik dalam berbagai bentuk.
Dampak dari revolusi industri 4.0 dan Society
5.0 membuat kesempatan baru untuk Indonesia. Menurut Menteri Perindustrian
Airlangga Hartanto, revolusi industri 4.0 justru memberi kesempatan bagi
Indonesia untuk berinovasi.
Revolusi yang fokus pada pengembangan ekonomi
digital dinilai menguntungkan bagi Indonesia. Pengembangan ekonomi digital
adalah pasar dan bakat, dan Indonesia memiliki keduanya.
Indonesia berkomitmen untuk membangun industri
manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan industri 4.0, hal ini
ditandai dengan peluncuran Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah peta jalan dan
strategi Inonesia memasuki era digital yang tengah berjalan saat ini.
Making Indonesia 4.0 dapat memberikan arah
yang jelas bagi pergerakan industri nasional di masa depan, terasuk fokus pada
pengembangan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan.
Pada penyusunan peta jalan ini telah
melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Institusi Pemerintahan,
pelaku usaha, asosiasi industri, penyedia teknologi, maupun lembaga riset dan
pendidikan. Malalui komitmen serta partisipasi aktif dari seluruh pihak tersebut,
dapat diyakini implementasi Industri 4.0 di Indonesia akan berjalan sukses dan
sesuai sasaran.
Pada penerapan awal terdapat lima industri
yang menjadi fokus implementasi industri 4.0 di Indonesia, yaitu :
1.Makanan dan minuman
2. Tekstil
3. Otomotif
4. Elektronik
5. Kimia
Kelima industri ini merupakan tulang punggung,
dan diharapkan membawa pengaruh yang besar dalam hal daya saing dan
kontribusinya terhadap ekonomi Indonesia menuju 10 besar ekonomi dunia di
2030.
Hal ini lah yang akan menjai contoh bagi
penerapan industri 4.0, penciptaan lapangan kerja baru dan investasi baru
berbasis teknologi. Kemudian, menarik minat investasi asing, peningkatan
kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekosistem inovasi, insentif
untuk investasi teknologi, serta harmonisasi aturan dan kebijakan.
Dalam hal ini, dengan adanya manfaat yang
nyata, Indonesia berkomitmen untuk mengimplementasikan Making Indonesia 4.0 dan
menjadikannya sebagai agenda nasional.
Perlu diingat juga pada konsep ini ditengah
dunia berfokus pada Industri 4.0 (Penggunaan Teknologi, Data, dan Automation),
terdapat sentuhan humanisme di dalam Society 5.0 akan menjadi modal dasar
konsep ini akan diterima oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia.
Fokus yang menjadi dari dalam Society 5.0
menjadi peluang besar bagi Indonsia untuk mempercepat transformasi
masyarakatnya. Bagi Indonesia tidak masalah langsung berpijak pada dua kaki,
Revolusi industri 4.0 dan society 5.0. justru kedua momentum ini harus
digabungkan menjadi blue print nasional.
Harus tercipta kesadaran bersama baik oleh
pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat, mulai dari mengubah pikiran negatif
dan ketakutan terhadap perkembangan industri serta paradigma jika teknologi itu
sulit, bahwa perubahan besar dalam industri adalah keniscayaan yang tidak bisa
dihindari.
kesiapan SDM
Tenaga-tenaga kerja asing dari negara tetangga
sekitar Indonesia akan masuk dengan bebas. Siapkah lulusan pendidikan Indonesia
menjelang Pasar Bebas ASEAN? Saat ini masyarakat Indonesia berada pada
lingkungan global yang sedang bergerak dengan dinamis dan kompleks, dengan
kondisi-kondisinya yang baru, yang langsung maupun tidak langsung berpengaruh
terhadap diri masyarakat, yang harus dihadapai dengan sikap terbuka. Salah satu
aspek penting yang perlu disiapkan dengan cepat bangsa ini adalah SDM yang
kompeten. Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penentu
keberhasilan pembangunan dan kemajuan suatu bangsa. Para tenaga kerja dari
negara MEA yang memiliki kompetensi kerja yang lebih tinggi, tentunya akan
memiliki kesempatan lebih luas untuk mendapatkan keuntungan ekonomi di dalam
MEA. Dengan demikian, kita harus berusaha dengan sunguh-sunguh untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengejar ketertinggalan dari
negara-negara lain, khususnya di kawasan ASEAN. Meningkatkan kualitas SDM harus
diarahkan pada penguasaan iptek untuk menopang kegiatan ekonomi agar lebih
kompetitif. Pemenuhan SDM yang berkualitas dan unggul karena menguasai iptek,
akan berpengaruh terhadap struktur industri di masa depan. Dan apabila sasaran
di atas bisa dipenuhi, akan semakin kuat basis industri yang sedang dibangun
dan dikembangkan di Indonesia, yang pada gilirannya akan mendorong transformasi
struktur ekonomi secara lebih cepat.
Saran Bagi Pemerintah, Mahasiswa dan
Masyarakat
Kiranya amat tepat bila pemerintah diharuskan
untuk segera mempersiapkan langkah dan strategis menghadapi ancaman dampak
negatif dari MEA dengan menyusun dan menata kembali kebijakan-kebijakan
nasional yang diarahkan agar dapat lebih mendorong dan meningkatkan daya saing
sumber daya manusia dan industri sehingga kulaitas sumber daya manusia baik
dalam birokrasi maupun dunia usaha ataupun professional meningkat. Pemerintah
diharapkan pula untuk menyediakan kelembagaan dan permodalaan yang mudah
diakses oleh pelaku usaha dari berbagai skala, menciptakan iklim usaha yang
kondusif dan mengurangi ekonomi biaya tinggi. Selain itu, mahasiswa
Indonesia diminta siap bersaing ketat dalam menghadapi Association of Southeast
Asian Nations (ASEAN) Community 2015, agar tak tertinggal dengan negara ASEAN
lainnya yang siap menghadapi era perdagangan bebas. Mahasiswa bisa diharapkan
mengkampanyekan identitas nusantara dengan potensi unit-unit seni budaya yang
ada.Masyarakat bersama harus berpikir dan masing-masing meningkatkan kualitas
diri dalam upaya membangun bangsa. Membuat Indonesia dengan SDM unggul, dan
mempunyai ketahanan pangan nasional dan perlindungan sosial.
sumber :
Komentar
Posting Komentar