Participatory culture: mobility,
interactivity and identity
Computer Mediated Communication
Computer Mediated Communication atau
biasa disingkat dengan CMC dalam Bahasa Indonesia bisa diterjemahkan menjadi
komunikasi yang berwahanakan komputer
atau komunikasi yang diperantarakan oleh komputer. Kajian tentang CMC
ini tergolong baru, mulai berkembang pada tahun 1987. Dalam konteks CMC komputer yang dimaksud
tidak hanya perangkat Personal Computer (PC) atau Laptop, tetapi semua
alat-alat yang berbasiskan komputer seperti PDA, smarphone, tablet, dan
sejenisnya, alat-alat tersebut disebut dengan media baru komunikasi. Computer Mediated Communication (CMC) dapat
secara sederhana diartikan sebagai komunikasi yang terjadi antara orang dengan
menggunakan media komputer atau melalui komputer (Herring dalam Budiargo,
2015:viii).
Penggunaan teknologi dalam CMC
memfasilitasi pertukaran isi semantik melalui jaringan telekomunikasi, yang
diproses lewat satu atau lebih komputer antar individu dan antar kelompok (Rice
dalam Budiargo, 2015:viii). Maksud dari pola komunikasi ini dapat dicontohkan
sebagai berikut: Apabila dahulu kita
berkomunikasi dengan seseorang atau suatu kelompok hanya mengandalkan
komunikasi tatap muka (face to face), dan harus berdekatan secara fisik,
sehingga apabila kita ingin berkomuikasi dengan seseorang atau berdiskusi
dengan sekelompok orang, maka kita harus bertemu dengan orang tersebut secara
langsung, tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, muncullah pola CMC yang
mendukung munculnya alat-alat komunikasi yang dapat memudahkan kita untuk
berkomunikasi satu sama lain tanpa harus bertatap muka atau bertemu secara
langsung, atau berdekatan secara fisik.
Pola CMC memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi dengan menggunakan
alat komunikasi yang berbasis komupter, dengan didukung perangkat internet dan
aplikasi-aplikasi yang memungkinkan kita untuk membaca berita teraktual dari
koran online, bisa bermain game virtual yang memungkinkan kita seolah-olah
bermain dengan seseorang tetapi orang tersebut tidak berada di dekat kita, kita
dapat becakap-cakap, berdiskusi, dengan seseoang dimanapun mereka berada,
bahkan trend berniaga saat ini adalah dengan menggunakan media online, dengan
adanya media jejaring sosial seperti facebook, twiter, BBM, instagram, dan
masih banyak jejaring sosial lainnya.
Cakupan dari CMC itu sendiri termasuk sistem obrolan (chatting), World
Wide Web (WWW), termasuk sistem tekstual, grafis, fotografi, audio, dan video
disamping aspek-aspek hyperlink, CMC juga mencakup berbagi video seperti
Youtube dan sistem jejaring sosial dan sistem pencarian pertemanan seperti facebook
dan lain sebagainya.
Perkembangan dan Manfaat Teknologi Komunikasi Mobile
Seperti yang sudah kita ketahui di
Era saat ini kita sudah merasakan Perkembangan Teknologi yang sangat pesat dan
berkembang cepat. Diantaranya salah satu Teknologi Komunikasi yang berkembang
ialah Teknologi Komunikasi Mobile, awal mulanya Telepon di temukan oleh
Alexander Graham Bell. Hingga saat ini Komunikasi Mobile semakin berkembang,
dimulai dengan tahun 1996 merupakan puncak nya perkembangan Komunikasi Mobile
seperti Telepon, Pager dan HP. Bagaimana cara kita mendefinisikan dan memahami
teknologi mobile tersebut? Ya, dengan kita mengetahui perkembangan yang terjadi
pada komunikasi mobile sejak tahun 1978 dengan berdirinya penggunaan AMPS.
Hingga EDGE saat ini yang diperkenalkan. Sudah mendefinisikan Teknologi
Komunikasi Mobile yang dengan melalui jaringan sinyal tersebut, yang gunanya
untuk mengirimkan data- data yang diperlukan dari HP yang disebut Mobile
tentunya dengan kecepatan yang semakin besar.
Era web 2.0 dengan slogan “It’s
Social”-nya ternyata dibarengi pula oleh teknologi komunikasi mobile. Kata
‘mobile’ itu sendiri bisa diartikan dengan bergerak.Komunikasi mobile artinya
siapa saja bisa berkomunikasi kapan pun dan dimanapun dengan jaringan
komunikasi yang selalu ada dan seolah-olah ikut ‘bergerak’ bersama
pemakainya kemanapun. Jaringan komunikasi mobile ini
hanya bisa dilakukan dengan didukung oleh perangkat komunikasi mobile,
yaitu handphone, smartphone yang kini sudah merupakan kebutuhan utama
masyarakat dalam komunikasi. Sistem komunikasi bergerak itu ditujukan
untuk memenuhi kebutuhan komunikasi mobile. Dengan daerah pelayanan
yang luas maka penggunanya dibagi menjadi cakupan yang lebih kecil yaitu cell.
Telepon genggam yang dulu hanya terbatas untuk mengirim sms dan melakukan
panggilan dimana saja, maka sekarang berkembang menjadi handphone yang
lebih canggih dan pintar disebut smartphone.
Untuk berkomunikasi secara mobile maka
digunakanlah jaringan komunkasi tertentu. Terdapat arsitektur jaringan GSM (Global
System for Mobile Communication), jaringan CDMA (Code Division Multiple Access),
dan 3G.
Pada GSM, jaringan komunikasi yang
digunakan adalah dengan metode Time Division Multiple Access (TDMA).
TDMA akan mengijinkan sebuah saluran diakses oleh beberapa pemakai. GSM
menggeser teknologi komunikasi mobile analog yang populer sekitar
1980-an. GSM menggunakan sistem sinyal digital dalam transmisi datanya sehingga
kualitas data atau bit rate dapat lebih banyak dibanding analog.
Ada 3 kelompok GSM yaitu GSM 900, 1800, dan 1900 yang dibedakan atas
lokasi band frekuensinya. Handphone yang kita pakai sehari-hari
adalah aplikasi dari penerapan GSM.
Arsitektur jaringan GSM ada 4
yaitu Mobile Station (MS) untuk melakukan pembicaraan, Base
Station Sub-system (BSS) untuk menerima dan mengirim sinyal, Operation
and Support-System (OSS) untuk pusat pengendalian, dan Network
Sub-System (NSS) untuk switching, interface antar GSM, dan
untuk memanajemen jaringan.
Tetapi ternyata kapasitas GSM tidak
mampu mencukupi permintaan konsumen akan sambungan komunikasi. Oleh karena itu
CDMA yang berkapasitas 4 – 5 kali jaringan GSM dengan metode akses TDMA hadir
sebagai suatu alternatif. Radio Network (RN) untuk memutuskan dan
memelihara hubungan dengan packet data , Home Agent (HA)
untuk mengusahakan agar Internet Protocol dapat meneruskan paket
ke Packet Data Serving Node , dan Mobile Switching Center (MSC)
untuk menyimpan seluruh data pelanggan. Ketiga hal tersebut adalah sistem yang
membedakan dengan GSM.
Pada jenis 3G, jaringan layanannya
menggunakan Broadband Integrated Services Digital Network (BISDN).
Inilah jaringan yang digunakan untuk mengakses internet, kualitas suara, data,
dan gambar yang baik, frekuensinya berlaku di seluruh dunia, memiliki
kesesuaian layanan pada jaringan kabel lain, dan kemampuan berevolusi ke sistem
nirkabel berikutnya. Konsep dasar jaringannya adalah WCDMA yang berbasis packet
services. Standar bandwith yang dipakai sebesar 5 Mhz dan dapat ditingkatkan
hingga 20 Mhz.
Generasi telekomunikasi mengalami
perkembangan dari 1G hingga 4G.
Generasi 1G ditandai denga
adanya pengembangan sistem analog berkecepatan rendah yaitu teknologi AMPS (Advanced
Mobile Phone System) dengan band frekuensi 800 Mhz . Tidak boleh ada 2 pengguna
yang menggunakan kanal sama baik dalam 1 sel maupun dalam sel
tetangganya. Handphone yang ada berukuran besar dan membutuhkan daya
besar.
Generasi 2G (GSM dan CDMA) yang
menggeser teknologi AMPS. GSM yang merupakan penggabungan antara FDMA dan TDMA.
Sedangkan pada CDMA terdapat kode tertentu untuk membedakan pengguna pada
frekuensi yang sama.Generasi 2,5 G adalah generasi yang ditandai dengan adanya
GPRS dan pemakaian EDGE.
Generasi 3G merupakan generasi
ketiga berkecepatan tinggi. Ditandai dengan kemunculan teknologi UMTS (Universal
Mobile Telecommunication Service) yang bertujuan untuk memberikan kecepatan
akses data lebih baik dibanding GPRS – EDGE – GSM. Generasi 3.5 G ditandai
dengan munculnya teknologi untuk mengakses internet yang lebih cepat yaitu
HSDPA (High Speed Downlink Packet Access).
Generasi 4G ditandai dengan
layanan akses internet yang lebih lengkap dengan basis Internet Protocol dan
adanya pengembangan WiFi dan WiMax.
Manfaat komunikasi mobile bagi
personal yaitu semakin mempermudah kita untuk berkomunikasi. Tidak hanya
melalui pesan singkat atau panggilan saja tetapi juga bisa mengirimkan data
berupa audio dan visual dengan lebih baik. Komunikasi mobile juga
semakin mempermudah masyarakat untuk memperoleh informasi yang cepat berkat
akses internet di tangan. Update informasi terbaru mudah didapat dan
diikuti perkembangannya. 48% pengguna internet mengaksesnya melalui mobile
phone. Akses yang mudah dan bisa dimana saja membuat masyarakat lebih
menyukainya.
Dalam dunia bisnis tentunya akan
mempermudah para pebisnis untuk memantau perkembangan bisnisnya baik lokal,
nasional, dan internasional. Selain itu, iklan produk mereka akan mudah
disebarluaskan kepada masyarakat melalui jaringan internet mobile yang
pastinya mudah diakses oleh masyarakat. Di dunia politik, teknologi mobile
berperan dalam survey masyarakat, sarana pemilihan non kritis, alat penentuan
kebijakan publik.
Perubahan perilaku konsumen dapat
dilihat dari perubahan mereka dalam mengikuti teknologi yang ada. Perilaku
konsumen berubah-ubah sesuai dengan perkembangan teknologi yang diusung,
bertahap dari 1G hingga 4G. Buktinya, dulu masyarakat belum banyak yang
memiliki handphone, tetapi begitu banyak yang memilikinya dan melakukan
komunikasi mobile melalui handphone maka lambat laun masyarakat menyesuaiakan
diri dengan kenyataan tersebut.
Kini, keberadaan handphone sudah
digantikan oleh smartphone yang semakin berkembang dengan teknologi web 2.0.
Ketika banyak yang mengakses internet, berkomunikasi melalui smartphone seperti
melalui Blackberry Messeger, iMessage maka smartphone itulah
yang akan laku dipasaran. Akan banyak pengguna yang tidak ingin ketinggalan.
Yang satu berkomunikasi melalui Blackberry Messeger, yang lain juga
akhirnya mengikuti cara dan gaya berkomunikasi yang sama. Perubahan perilaku
konsumen ini terjadi juga berkat dorongan/pengaruh iklan yang merebak di
internet (yang juga bisa diakses melalui mobile phone). Oleh karena itu,
perilaku konsumen akan terus berubah dan berkembang seiring perkembangan
teknologi.
Contoh fitur Online Mobile
Service membuktikan bahwa teknologi komunikasi mobile cenderung
dimanfaatkan sebagai sarana untuk akses internet. Dengan kecanggihan teknologi
broadband yang sudah tertanam dalam smartphone masa kini, kita bisa
menggunakan akses internet dimana saja, kapan saja. Hal ini terkadang membuat
perilaku orang berubah yaitu menjadikan perangkat teknologi komunikasi mobile mereka
seperti nyawa mereka, seperti saat seseorang ketinggalan blackberry contohnya,
rata-rata orang tersebut akan balik untuk mengambilnya atau kalau tidak mereka
akan mengalami yang namanya mati gaya. Inilah yang seharusnya dikelola agar
pola pikir tersebut tidak tertanam kuat pada banyak orang. Namun, pola pikir
yang menjadikan teknologi sebagai media tambahan untuk membantu aktivitas kita
Manfaatnya pun beragam dan sudah
tidak terpisahkan lagi dengan hidup kita. Betul, untuk
berkomunikasi. Ada selentingan, “lebih baik telat ke kantor, daripada
lupa bawa hp”. Transfer data pun semakin mudah dan tidak perlu menunggu
lama. Seringkali kendala biaya menjadi penghambat. Namun, untuk
sekarang tidak, karena para produsen sudah mampu menyediakan barang dengan
harga terjangkau dengan kualitas bagus.
sumber :
http://ejournal.iainkendari.ac.id/al-munzir/article/download/744/680
Komentar
Posting Komentar